Thomas Jefferson dan Sebuah Al Qur’an

2 Jul 2009

Thomas Jefferson dan Sebuah Al-Quran

Semua orang tahu bahwa Thomas Jefferson adalah salah satu founding father dari USA, dan semua orang tahu bahwa ia adalah presiden ke 3 dari negara tersebut.
Kebanyakan orang (terutama warga US) mengetahui bahwa Jefferson memiliki koleksi perpustakaan terbesar pada saat itu dan kebanyakan orang mengetahui bahwa Jefferson juga melelang semua koleksi bukunya kepada State Library di Washington. Namun tidak banyak orang yang mengetahui bahwa dari ratusan buku yang ia miliki tersebut terdapat sebuah Al-quran. Al-quran yang ia punyai tepatnya berjudul The Koran, Commonly Called Alcoran of Mohammed yang diterjemahkan oleh George Sale.

Lalu apa istimewanya fakta ini? Sungguh tidak aneh bagi seseorang yang hobinya mengoleksi ratusan buku juga memiliki sebuah Al-Quran untuk dikoleksi. Namun ceritanya tidak sampai disiru saja. Orang amerika yang terkenal dengan kekritisannya tentu penasaran dengan alasan mengapa dan bagaimana presiden ke 3 amerika ini memiliki Al-Quran. Berikut uraian dan rangkuman singkat dari artikel yang ditulis oleh Kevin J. Hayes dari University of Central Oklahoma yang berjudul : How Thomas Jefferson Read the Quran (silahkan klik link sumber yang terdapat di akhir rangkuman)

Pada saat itu, Jefferson adalah seorang mahasiswa hukum yang sedang kuliah di College of William and Mary yang terletak di Williamsburg. Jefferson sangat sibuk dalam mendalami hukum karna pada saat yang bersamaan, ia juga harus membantu George Wythe untuk mempersiapkan kasus2 yang akan disidangkan. Dalam hal ini, Jefferson sangat serius dalam mengkaji hukum2 legal dan natural Law sehingga ia menyadari bahwa ia harus semaksimal mungkin mengembangkan pengetahuan dan mengumpulkan berbagai referensi-referensi penting. Salah satu buku pegangan yang sangat ia minati adalah buku yang berjudul Frieherr vonPufendorfs Of the Law and Nature and Nation. Keistimewaan buku ini terletak pada ketidak terbatasan referensi yang terdapat didalamnya serta keterkaitannya dengan natural Law. Buku Pufendorf ini menyuguhkan berbagai macam hukum2 yang pernah ada dan berasal dari bermacam2 peradaban, kebudayaan dan bangsa.

Terlepas dari sentiment negativenya terhadap ajaran islam dimasa itu, Pufendorf juga sangat sering meng-quote hukum2 yang terdapat dalam Al-Quran dan ia menemukan banyak sekali hukum-hukum yang berkaitan erat dengan masalah perzinaan, minuman ber-alkohol, perjudian, hukum pernikahan, warisan, dan hukum dalam keadaan peperangan.

Dalam hukum-hukum diatas, terutama yang bersangkutan dengan masalah peperangan, Pufendorf akhirnya mengakui bahwa hukum yang ada dalam Al-Quran tidak hanya mengatur sebuah bangsa, namun juga mengatur hubungan antar bangsa. Dalam bukunya ia menyatakan: ###### should all the more zealously undertake to compose the quarrels of others, because even the Koran.teaches that if two Moslem nations and countries engage one another in war, the rest shall make peace between them, and compel him who commit the injury to offer satisfaction; and after when it is done, bring them by fair and good means of friendship.
(##### seharusnya lebih giat untuk berperan dalam penyelesaian masalah bangsa lain, karna bahkan Al-Quran..mengajarkan bahwa jika ada dua negara Islam berperang satu dengan lainnya, negara-negara lain harus bersifat netral dan menjalin hubungan damai dengan kedua negara tersebut, kemudian berusaha meminta negara yang menyerang untuk memperbaiki kerusakan yang telah ia timbulkan, setelah itu negara-negara lain harus mendamaikan mereka dan memperbaiki hubungan persahabatan terj.)*
*jadi inget hadist Rasullullah bahwa setiap muslim harus berupaya mendamaikan saudara2nya yang saling bermusuhan.

Al-Quran yang oleh umat muslim diaggap sebagai buku yang berisikan tuntunan2 spiritual juga dianggap sebagai buku yang berisi tuntunan hukum dan syariat. Karena seringnya Pufendorf membahas hukum2 yang dicantumkan dalam Al-Quran, Jefferson terdorong untuk membeli dan membaca langsung hukum2 tersebut dari sumber aslinya (i.e. Al-Quran) yang dibeli dari rumah percetakan Virginia Gazzette pada musim semi tahun 1765.

Tidak hanya sampai disitu saja, Jefferson juga membeli buku George Sale lainya yang berjudul Sales Preliminary Discourse karena buku tersebut menyajikan uraian yang lebih detail mengenai hukum islam, terutama pada bab ke 6 dengan sub judul Of The Institutions of the Koran in the Civil Affair. Dalam buku ini, Sale yang menganggap Muhammad SAW sebagai legislator dan lawgiver bagi bangsa arab (atau ajarannya kadang disebut Mohammedan). Dan mengingat pentingnya hukum tersebut untuk dibaca, ia menyarankan dalam bukunya bahwa if the religious and civil institutions of foreign nations are worth of knowledge, those of Mohammed, the lawgiver of Arabians, and founder of an Empire which in less than a century spread itself over a greater part of the world than the Romans were ever masters of, must needs be so
(Jika hukum2 agama dan sistem lembaga sipil dari bangsa asing penting untuk diketaui, maka aturan dan hukum yang dibuat oleh Muhammad (SAW), penguasa dan penegak hukum bangsa arab yang mampu mengembangkan bangsanya lebih besar daripada bangsa Romawi dalam waktu kurang dari satu abad, juga sangat penting untuk dipelajari terj.)

Jefferson juga sempat mendalami bahasa arab dan sangat berminat dalam mendalami Al-Quran. Jefferson mulai mendalami basic grammar bahasa arab dengan membeli buku yang berjudul Rudimenta Linguae Arabicae karanganThomas Erpensius dan buku Simplification des Langues Orientales karangan C.F. Folney. Seiring dengan kegiatannya membaca Al-Quran, ia juga seorang yang sangat teliti dan memiliki hobi untuk selalu melakukan cross-check tentang apa yang ia baca dari Al-Quran dengan buku-buku lain yang mencantumkan ayat-ayat Al-Quran baik dalam bahasa arab dan yang telah diterjemahkan. Salah satu fakta yang sangat menggangu pikiran Jefferson tentang Al-Quran adalah berkenaan dengan keontetikan serta tidak terdapatnya sedikitpun kontradiksi dari kitab tersebut. Ia menyatakan bahwa tidak ada satu bukupun yang pernah ditulis (written text) dapat diklaim memiliki kesempurnaan yang absolute kecuali oleh orang Islam terhadap Al-Qurannya.

Selain terkenal dengan salah seorang tokoh yang berperan aktif dalam membuat Declaration of Independence, Jefferson juga tokoh yang dikenal sebagai pembuat Virginia Statute of Religious Freedom atau undang-undang kebebasan beragama. Hal ini, seperti yang diungkapkan oleh Keith Ellison salah seorang anggota Congress Amerika, dapat membuktikan bahwa Jefferson terinspirasi oleh Al-Quran untuk membuat undang-undang kebebasan beragama di Amerika Serikat.Undang-undang tersebut juga menyatakan bahwa semua manusia diciptakan sederajat (equal) dan manusia dilahirkan sebagai makhluk yang memiliki kebebasan serta tidak ada paksaaan dalam hal beragama atau no compulsion in religion ( yang sangat identik dengan surat Al-Baqarah ayat 256 )
Dalam pencapaiannya , Jefferson lebih memilih untuk dikenal sebagai pencetus undang-undang kebebasan beragama daripada sebagai salah satu presiden Amerika. Virginia Statute of Religious Freedom dapat ditemukan pada Jefferson Memorial yang berada di Washington DC ( and guess how the monument looks like Applause.gif )

Sumber:
How Thomas Jefferson Read The Qur'an by Kevin J. Hayes of University of Central Oklahoma
Thomas Jefferson's Qur'an - (includes testimony of Keith Allison of The US Congress)


Semoga bermanfaat dan stay Peace with BF smile.gif


TAGS Thomas Jefferson


-

Author

Follow Me