Pangeran Charles Membayar Utang Nenek Moyangnya

2 Jul 2009

Pangeran Charles ternyata tak hanya mewarisi takhta Kerajaan Inggris Raya. Dia juga mewarisi utang nenek moyangnya yang harus tetap dibayar meski sudah 350 tahun lebih berlalu.

Utang yang ditinggalkan oleh Raja Charles II itu jika diakumulasikan kini mencapai puluhan ribu pounds.
Seperti dilansir BBC, berdasar penghitungan yang dilakukan Institute for the Measurement of Worth, bila utang tersebut dikenai bunga, jumlahnya akan jauh lebih besar. Hingga 2007 saja, itu mencapai GBP 47.500 (sekitar Rp 866 juta).

Namun, Charles tak perlu membayar bunganya. Dia cukup menyelesaikan sesuai dengan nominal asal, yaitu GBP 453,15 (sekitar Rp 8 juta). Jumlah itu sudah dibayarkan saat dia berkunjung ke bekas markas besar pasukan kerajaan.

Warisan utang tersebut bermula ketika Raja Charles II memesan seragam untuk pasukannya yang berperang melawan pasukan republik Oliver Cromwell. Perang yang juga terjadi pada 1651 itu dikenal sebagai Perang Worcester. Dia order ke Perusahaan Clothiers di Worcester, Inggris Tengah. Sedianya, pada 1651, pembayarannya akan dilakukan, namun batal. Tidak dijelaskan dengan rinci mengapa pelunasan utang itu kemudian tertunda.

"Tampaknya, anggota Clothiers Company punya ingatan yang panjang, maksud saya hampir 400 tahun. Karena itu, dengan niat baik, saya datang ke sini untuk mengembalikan pinjaman sebesar USD 453 dan tiga shilling," ujar Charles kemarin (11/6). Philip Sawyer, pimpinan Clothiers Company, langsung membuatkan tanda terima dan memberikannya kepada calon raja Inggris tersebut

sumber jawapos.com kamis 12 juni 2008


TAGS Pangeran Charles Membayar Utang Nenek Moyangnya


-

Author

Follow Me