Deskripsi Penjahat Perang (War Crime)

2 Jul 2009

Kejahatan perang adalah suatu tindakan pelanggaran, dalam cakupan hukum internasional, terhadap hukum perang oleh satu atau beberapa orang, baik militer maupun sipil. Pelaku kejahatan perang ini disebut penjahat perang. Setiap pelanggaran hukum perang pada konflik antar bangsa merupakan kejahatan perang.
Pelanggaran yang terjadi pada konflik internal suatu negara, belum tentu bisa dianggap kejahatan perang.


Kejahatan perang meliputi semua pelanggaran terhadap perlindungan yang telah ditentukan oleh hukum perang, dan juga mencakup kegagalan untuk tunduk pada norma prosedur dan aturan pertempuran, seperti menyerang pihak yang telah mengibarkan bendera putih, atau sebaliknya, menggunakan bendera perdamaian itu sebagai taktik perang untuk mengecoh pihak lawan sebelum menyerang.

Perlakuan semena-mena terhadap tawanan perang atau penduduk sipil juga bisa dianggap sebagai kejahatan perang. Pembunuhan massal dan genosida kadang dianggap juga sebagai suatu kejahatan perang, walaupun dalam hukum kemanusiaan internasional, kejahatan-kejahatan ini secara luas dideskripsikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kejahatan perang merupakan bagian penting dalam hukum kemanusiaan internasional karena biasanya pada kasus kejahatan ini dibutuhkan suatu pengadilan internasional, seperti pada Pengadilan Nuremberg. Contoh pengadilan ini pada awal abad ke-21 adalah Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Bekas Yugoslavia dan Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Rwanda, yang dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB berdasarkan pasal VII Piagam PBB.

Pada 1 Juli 2002, Pengadilan Kejahatan Internasional, yang berbasis di Den Haag, Belanda, dibentuk untuk mengadili kejahatan perang yang terjadi pada atau setelah tanggal tersebut. Beberapa negara, terutama Amerika Serikat, Tiongkok dan Israel, menolak untuk berpartisipasi atau mengizinkan pengadilan tersebut menindak warga negara mereka.

Beberapa mantan kepala negara dan kepala pemerintahan yang telah diadili karena kejahatan perang antara lain adalah Karl Dnitz dari Jerman, mantan Perdana Menteri Hideki Tojo dari Jepang dan mantan Presiden Liberia Charles Taylor. Pada awal 2006 mantan Presiden Irak Saddam Hussein dan mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Miloević juga diadili karena kejahatan perang.

Namun klo gwa liat sepertinya penjahat perang hanya dijatuhkan kepada negara negara yang mengalami kekalahan perang dan berpihak pada pemenang.
Liat saja banyak peristiwa pelanggaran HAM dibiarka begitu saja tanpa ada penyelidikan lebih jauh apakah hal itu termasuk pelanggarn HAM ataw bukan.Seperti pemboman kota Hiroshima dan Nagasaki yang merusak target sipil dan memakan korban sipil sekitar 200.000 jiwa.Lalu peristiwa pembantaian wanita dan anak2 di Vietnam oleh tentara US yang dikenal sebagai peristiwa pembantaian My Lai yang memakan korban 807 jiwa.


Lalu jika peristiwa diatas bukan digolongkan sebagai kejahatan perang dan pelakunya dibiarkan bebas begitu saja seperti yang dialami Letnan A.D William Calley komandan kompi C ,Brigade 11,Divisi Americal yang memerintahkan pembantaian tersebut diputus hanya 3,5 tahun penjara. (bandingkan dengan yang dialmi para tokoh Jerman,Jepang,Yugoslavia yang minimal dihukum seumur hidup).

Lalu menurut anda semua siapakah yang pantas digolongkan sebagai penjahat perang?
Dan peristiwa apa yang pantas digolongkan sebagai kejahatan Perang?


TAGS Deskripsi Penjahat Perang (War Crime)


-

Author

Follow Me